Tampilkan postingan dengan label Laporan Laporan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan Laporan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 September 2011

Laporran web base D-link manageble switch

Laporan Web Base d Link

Jumat, 11 Februari 2011

Laporan Pc router menggunakan FreeBsd

Download di 4shared

Mikrotik

Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan
sederhana sebagai gateway server.
1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.
2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :
MikroTik v2.9.7
Login: admin
Password: (kosongkan)
Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin
dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.
3. Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]] >
4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “telsa” (nama ini sih bebas2 aja mo diganti)
[admin@Mikrotik] > system identity set name=telsa
[admin@telsa] >
5. Melihat interface pada Mikrotik Router
[admin@telsa] > interface print
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@telsa] >
6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik.
Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita dengan IP 172.16.0.1
[admin@telsa] > ip address add address=192.168.0.1
netmask=255.255.255.0 interface=ether1
[admin@telsa] > ip address add address=172.16.0.1
netmask=255.255.255.0 interface=ether2
7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@telsa] >ip address print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1
1 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2
[admin@telsa] >
8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.0.254
[admin@telsa] > /ip route add gateway=192.168.0.254
9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@telsa] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1 ether2
1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254 ether1
[admin@telsa] >
10. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
[admin@telsa] > ping 192.168.0.254
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
[admin@telsa] >
11. Setup DNS pada Mikrotik Routers
[admin@telsa] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10 allow-remoterequests=no
[admin@telsa] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11 allow-remoterequests=no
12. Melihat konfigurasi DNS
[admin@telsa] > ip dns print
primary-dns: 192.168.0.10
secondary-dns: 192.168.0.11
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB
[admin@telsa] >
13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
[admin@telsa] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@telsa] >
Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.
14. Setup Masquerading,
Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.
[admin@telsa]> ip firewall nat add action=masquerade outinterface=
ether1 chain:srcnat
[admin@telsa] >
15. Melihat konfigurasi Masquerading
[admin@telsa]ip firewall nat print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
[admin@telsa] >
Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox
yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita.
Misal Ip address server
mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.
Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :
1.Buat IP address pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=172.16.0.10-172.16.0.20
2. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client
Pada contoh ini networknya adalah 172.16.0.0/24 dan gatewaynya 172.16.0.1
/ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24 gateway=172.16.0.1
3. Tambahkan DHCP Server
( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface ether2 )
/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
4. Lihat status DHCP server
[admin@telsa]> ip dhcp-server print
Flags: X - disabled, I - invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0 X dhcp1 ether2
Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih dahulu pada langkah 5.
5. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
/ip dhcp-server enable 0
kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti sudah aktif.
6. Tes Dari client
c:\>ping www.yahoo.com
untuk bandwith controller, bisa dengan sistem simple queue ataupun bisa dengan mangle
[admin@telsa] queue simple> add name=Komputer01
interface=ether2 target-address=172.16.0.1/24 max-limit=65536/131072
[admin@telsa] queue simple> add name=Komputer02
interface=ether2 target-address=172.16.0.2/24 max-limit=65536/131072
dan seterusnya…

Sumber : http://tegal.forumotion.com/t3-setting-router-mikrotik

Laporan Pc router Di Linux

download Di 4shared

LaporanPc router di Linux

http://www.4shared.com/document/PuYRvl2T/Kelompok_Diagnosa_LAN.html

LaporanPc router di Linux

http://www.4shared.com/document/PuYRvl2T/Kelompok_Diagnosa_LAN.html

Jumat, 13 Agustus 2010

hasil kerja Enkapsulasi Kelompok 6

· RENCANA PRAKTEK

Dalam praktikum kali ini, kelompok kami akan mempraktekan enkapsulasi atau pengiriman data menggunakan wireshark dengan aplikasi web browser OPERA.

· KEBUTUHAN PRAKTEK

o PC

o Koneksi internet

o Aplikasi wireshark

o Web browser

· LANGKAH DAN HASIL PRAKTEK

o Buka web browser

o Masukan situs internet yang akan di amati (kompas.com)


o Buka aplikasi wireshark

o Pada menu bar, klik capture

o Lalu pilih interface, klik start

o Maka akan tampil tampilan seperti berikut

o Ketikan pada filter “http”

Maka akan tampil protocol HTTP saja.

o Pilih salah satu protocol http

Sebelum kita mengamati PDU, terlebih dulu kita mengetahui salah satu contoh proses pengiriman data yang ada pada Http. Di atas terlihat IP sources 202.146.4.64( sources ) dengan destination 172.16.16.30( destination. kemudian pada baris selanutnya IP 172.16.16.30 ( sources ) dan 202.146.4.64 ( sebagai destination

o Amati PDU tersebut

o Di tab frame 164, amati protokol

Dari gambar di atas dapat diketahui :

- Waktu berlangsungnya proses: pada tanggal 31 July 2010

-“Coloring Rule Name” nya adalah HTTP

-Nomber framenya adalah 164

-panjang framenya yaitu 616 bytes

-port Server adalah 80

Penjelasan:
a. HTTP (HyperText Transfer Protocol) adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web (WWW).

b. FTP (File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) Browsing dall.

c. TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)merupakan standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.

o Di tab Ethernet II, amati DNS

Dari gambar diatas dapat diketahui :

-MAC address komputer adalah = Intel-hf_f2:27:74 (00:a0:c9:f2:27:74 )

-Komputer server = Azurway_78:7d:35 (00:22:43:78:7d;35)

Penjelasan:

Mac address dibuat oleh pembuat kartu jaringan. 24 bit pertama dari MAC address merepresentasikan siapa pembuat kartu tersebut, dan 24 bit sisanya merepresentasikan nomor kartu tersebut. Setiap kelompok 24 bit tersebut dapat direpresentasikan dengan menggunakan enam digit bilangan heksadesimal, sehingga menjadikan total 12 digit bilangan heksadesimal yang merepresentasikan keseluruhan MAC address. Berikut merupakan tabel beberapa pembuat kartu jaringan populer dan nomor identifikasi dalam MAC Address.

Nama-nama vendor Alamat MAC:
a.Cisco Systems
00 00 0C
b.Cabletron Systems
00 00 1D
c.International Business Machine Corporation
00 04 AC
d.3Com Corporation
00 20 AF
e.GVC Corporation
00 C0 A8
f.Apple Computer
08 00 07
g.Hewlett-Packard Company
08 00 09

o Di tab internet protocol amati ip addressnya

Dari gambar diatas dapat diketahui:

-Internet protokol : IPv4

Penjelasan:

Selain versi 4 ada juga Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.

Di tab transmission control protocol, amati source port & destination port

Dari gambar di atas dapat diketahui :

-Port yang diguakan komputerr = 49536

-Port server = 80

o Di tab http, amati user agen

Dari gambar di atas dapat diketahui:

· ANALISA HASIL PRAKTEK

Dari hasil praktek yang kami lakukan

1. Versi yang digunakan saat proses enkapsulasi tersebut adalah versi 4 kemungkinan besar tidak bisa menggunakan versi lain dalam pelaksanaannya. Karena source dan destination IP nya menggunakan versi 4 (IPV4). Source IP 202.169.62.3 dan destination IP 172.16.16.13

2. Proses enkapsulasi menggunakan system pengiriman data half duplex

3. Untuk portnya kemungkinan besar untuk pemroses yang menggunakan kinerja protokol Http dan (KOMPAS.com) “sumber informasinya” sebagai source adalah pasti 80, sama halnya dengan protokol DNS yang portnya 53 apabila sourcenya (KOMPAS.com) dan menggunakan protokol DNS sebagai pemrosesnya. Lain halnya apabila yang menjadi sourcenya adalah kita atau pengguna yang memanggil atau (KOMPAS.com) berada didestination maka apabila (KOMPAS.com) menjadi destination portnya menjadi 80 dibagian destionationnya

4. Samahalnya dengan point 2. Port 4192 bisa ada dibagian destination atau disource. Apabila kita (Pengguna) berada di bagian source maka port sourcenya 4192, sebaliknya apabila kita (pengguna) statusnya ada didestination maka port 4192 ada di bagian destination.

Kesimpulan

Dari hasil praktek diatas dijelaskan bahwa proses enkapsulasi menggunakan system pengiriman data half duplex. Karena dalam pengirimannya dilakukan scara bergantian. Dalam satu web pages saja terdapat banyak proses pengiriman atau permintaan.